Festival Budaya Taman Sari Siap Sambut Juri Benyamin S Award
Kelurahan Taman Sari, Jakarta Barat, menjadi salah satu kontestan 10 besar finalis Lomba Benyamin S Award 2026.
Berbeda dari festival-festival lain yang ada di Jakarta
Untuk menyambut tim juri melakukan penilaian, jajaran ASN dan warga di Kelurahan Taman Sari akan menggelar Festival Budaya Taman Sari di Jalan Mangga Besar.
Lurah Taman Sari, Malik Abdul Raharusun mengatakan, pihaknya bersama jajaran Kecamatan dan para tokoh masyarakat telah menggelar rapat persiapan penyambutan tim juri melakukan penilaian. Rapat ini dihadiri langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah.
Festival Teater Pelajar 2026 Perkuat Ekosistem Seni Budaya di Jakarta"Yang pastinya kami akan mengadakan Festival Budaya Taman Sari. Dan ini akan berbeda dari festival-festival lain yang ada di Jakarta," katanya, Kamis (24/9).
Dijelaskan Malik, wilayah Taman Sari merupakan kawasan permukiman yang telah ada semenjak zaman pendudukan Hindia Belanda. Pada masanya, permukiman warga di kawasan Taman Sari dan sekitarnya dibagi menjadi sejumlah wilayah sesuai sesuai dengan asal kebangsaan masing-masing.
Disebut Malik, kawasan Kota Tua dan Pinangsia sekarang, dahulunya merupakan wilayah permukiman warga asal Eropa. Kemudian kawasan Glodok, merupakan wilayah permukiman bagi warga pendatang asal Tionghoa; Cina, Korea dan Jepang.
Lalu kawasan Krukut dan Pekojan merupakan kawasan permukiman waga asal Arab serta wilayah Keagungan identik dengan Kampung Jawa sebagai kawasan permukiman warga asal Jawa. Sedangkan kawasan Kelurahan Taman Sari dan Kelurahan Tangki, dihuni beragam etnis nusantara, melayu dan India.
Meski tidak seekstrim dahulu, keberagaman itu menurut Malik masih terasa hingga saat ini. Seiring perkembangan zaman serta pembangunan, relasi interaksi sosial masyarakat saat ini di wilayah Taman Sari sekitarnya, lebih harmonis dan cair.
"Harmonisasi keberagaman dan sejarahnya akan dikemas dalam Festival Budaya Taman Sari," ucap Malik.
Nantinya, kegiatan tidak hanya menampilkan karnaval budaya Tionghoa, Arab, Betawi, Melayu, Jawa, Sunda, India dan Eropa saja, tapi festival juga bakal menyuguhkan nuansa heritage melalui foto sejarah kawasan Taman Sari dan sekitar.
Selain itu, juga akan digelar bazar kuliner khas dari masing-masing etnis tersebut hingga mengajak memori pengunjung merasakan sensasi heritage Jakarta pada masanya.
"Kegiatan akan melibatkan seluruh komponen masyarakat," tukasnya.
Kegiatan ini, menurut Malik akan didukung penuh jajaran Kecamatan Taman Sari dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
"Jadi kita bisa bayangkan nanti akan ada etalase-nya Jakarta di Taman Sari dan ini juga bagian dari support Jakarta kota global. Pelaksanaannya kita tunggu jadwal dari tim juri," tegasnya.
Salah seorang warga RT 10/02 Kelurahan Taman Sari, Nurhayati mengaku senang, wilayahnya terpilih masuk 10 finalis lomba Benyamin S Award 2026. Diakuinya, wilayah Taman Sari beberapa tahun belakangan mengalami banyak perubahan positif.
Dari segi keamanan, lingkungan permukiman warga saat ini menurutnya hampir tidak ada kejadian yang menonjol.
Lingkungan permukiman mereka juga belakangan ini semakin bersih setelah warga gencar melakukan pemilahan sampah dari sumber.
Tidak hanya membuat kawasan lebih indah dan bersih, pengelolaan sampah di masing-masing RW juga memberikan dampak ekonomis bagi warga.
"Adanya bank sampah RW menambah ekonomi juga karena warga bisa dapat uang dari kumpulin sampah. Kami berharap Taman Sari bisa masuk 3 besar agar warga semakin semangat benahi lingkungan," tandasnya